Pria Ini Memberi Nenek Tua “Tas Berisi 20 Juta Rupiah”, Nenek Pun Penasaran Mengikutinya. Saat Melihat “Rumah Pria Itu”, Ia Kaget Dan Melapor Polisi!

Nenek Ratna sejak ditinggal suami hidup bersama putranya semata wayang. Anaknya dari kecil cacat mental, walaupun ia sudah dewasa ia tidak bisa merawat dirinya. Nenek Ratna masih harus membantu merawatnya, membantu mencukur rambut, dan lain-lain.

Dulu waktu suami masih hidup, mereka masih bisa makan berkecukupan.

Namun setelah suaminya meninggal, nenek Ratna kesulitan mencari sesuap nasi untuk dirinya dan anaknya. Keadaan kesehatan nek Ratna sebernarnya sudah tidak bagus, ia tidak bisa bekerja kerjaan berat.

Tapi apa boleh buat, setiap harinya nek Ratna berkeliling mencari sayuran dan makanan, mengais isi tong sampah untuk menemukan makana

Hari ini seperti biasanya nenek mengais-ngais makanan di tong sampah. Namun tak satupun barang yang bisa dimakan. Ia berjongkok di tepi jalan, frustasi.

Beberapa lama kemudian seorang pemuda berusia 30 tahunan menaruh sebuah bungkusan kain di hadapannya lalu pergi.

Nenek Ratna menatap bingung pemuda itu, mengira pemuda itu memberi makanan, ia pun membukanya. Beliau kaget seketika, didalamnya ada uang ratusan ribuan beratus-ratus lembar!

Saat dihitung-hitung total ada 20 juta rupiah!

Dalam hati ia berpikir, “Kalau ada uang sebanyak ini, aku tidak perlu pusing-pusing mencari makanan lagi. Aku dan anak bisa hidup tanpa kelaparan.”

Namun nenek Ratna merasa ini hal yang aneh, walaupun harus minta-minta, ia harus tahu juga kejelasan asal uang ini. Kalau tidak tahu jelas asal uang ini, ia lebih memilih tidak mau menerimanya. Nenek Ratna pun bergegas mengejar pemuda itu.

Nenek Ratna yang sudah renta tidak bisa berjalan cepat.

Ia hanya bisa mengikuti bayangan pemuda yang semakin jauh itu. Ia melihat pemuda itu masuk ke dalam gedung, namun tidak tahu pemuda itu masuk ke pintu yang mana.

Nenek Ratna akhirnya menunggu di bawah tangga di lantai 1 menunggu pemuda itu.

Tapi duduk belum lama, nenek itu tiba-tiba mencium bau menusuk hidung.

Dalam hati nenek Ratna ngedumel, “Siapa sih bakar-bakar.. Baunya sudah sampai kesini.”

Tidak lama kemudian bau menusuk itu semakin merebak, nenek Ratna merasa bau asap seperti ini bisa membuat orang keracunan. Ia dengan cepat berlari keluar, mencari orang menelepon polisi.

Polisi tiba dan membuka pintu sumber asap itu, di dalamnya terdapat tempat panggangan yang berisi banyak arang dan seorang pemuda terbaring di kasur. Polisi seketika menyadari ada orang berniat bunuh diri. Nenek Ratna saat melihat ke dalam sangat kaget karena pemuda yang memberinya sejumlah uang itulah yang berniat bunuh diri.

Untungnya pemuda itu cepat ditemukan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit dan diselamatkan. Nenek Ratna mengunjungi pemuda itu di rumah sakit, membawa kantong berisi uang 20 juta rupiah berniat mengembalikannya.

“Nak, kenapa kamu memberiku begitu banyak uang? Kenapa kamu berpikiran pendek, memilih untuk bunuh diri?”

Pemuda itu melihat nenek Ratna, menghela napas lalu berkata, “Aku memberikan uang itu tanpa niat apapun, tanpa pikir panjang. Aku hanya merasa hidup ini sangat sulit, semuanya tidak bisa dilewati sesuai keinginan. Kerjaanku tidak lancar, keadaan rumah juga tidak menyenangkan. Aku rasa aku cukup hidup sampai disini saja. Lelah.”

Nenek Ratna akhirnya mengerti perasaan pemuda ini. Rupanya ia telah kehilangan harapan hidup lalu berniat mengakhiri hidupnya. “Nak, tunggu sampai kamu keluar dari rumah sakit, biarkan aku membawa kamu ke suatu tempat.”

Beberapa hari kemudian, pemuda itu keluar dari rumah sakit. Nenek Ratna lalu membawa pemuda itu ke rumahnya. Saat pemuda itu masuk ke dalam, ia tersentak kaget. Di rumah tua itu tidak ada satu pun perabotan layak, ia juga melihat anak nenek Ratna, yang sudah berumur 40 tahunan namun masih bergantung hidup pada ibunya.

“Nak, kalau kamu membandingkan hidupku dengan hidupmu, kamu pasti lebih memilih hidup kamu kan? Namun aku nenek tua ini, masih bertarung demi hidup, mengais makan demi hidup. Caramu mengakhiri hidup dengan bunuh diri memang mudah, namun itu hal yang sangat tidak bertanggung jawab.” ujar Nenek Ratna.

“Kamu hidup di dunia ini bukan demi kamu saja, kamu masih ada orang tua, istri , dan anak. Manusia selalu lupa akan kulitnya saat sedang bersenang-senang, namun kesusahan sedikit saja manusia langsung jatuh terpuruk.”

“Seperti pepatah mengatakan habis gelap terbitlah terang, dan habis hujan muncul pelangi. Bahkan rintik air hujan yg jernih pun berasal dari awan yg gelap.

Dalam setiap kesulitan kamu mendapat pengalaman dan belajar untuk memecahkannya. Karena kamu pernah berada dalam masa-masa sulit, kamu bisa berjuang untuk mencapai puncak kesuksesan.

Kehidupan manusia ibarat seperti palung (dasar laut terdalam) dan puncak. Ada saatnya kamu berada di titik terendah, ada saatnya kamu berada di puncak kehidupan. Jadi kamu harus belajar untuk menghadapi berbagai keadaan dan situasi.”

Mendengar nasehat dari nenek Ratna, pemuda itu merasa sangat kagum dan takjub. Ternyata ini adalah pengalaman hidup dari nenek itu.

Sejak saat itu, pemuda itu berubah. Rumah nenek Ratna bertambah 1 orang lagi, setiap ada waktu, pemuda itu akan datang menjenguk nenek Ratna dan putranya. Di hati pemuda itu, nenek Ratna adalah guru kehidupannya.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *