Nyata! Akhir Hidup Burung Nigel, Burung Kesepian Didunia yang Mencintai Patung Burung dari Beton

Berita ini tidak banyak yang tahu, namun bagi para pecinta alam liar kabar ini merupakan duka yang mendalam.  Kematian burung gannet, Nigel, yang dikenal sebagai ‘burung paling kesepian di dunia’ meninggalkan cerita yang amat menyedihkan. Ia mendapat julukan itu karena tidak ada burung lain yang ada di tempat tinggalnya.

Nigel menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun tinggal bersama koloni burung beton palsu yang dibuat oleh konservasionis. Ini dilakukan para agar bisa menarik perhatian dari satwa liar lainnya.

Ternyata burung gannet tersebut benar-benar jatuh cinta dengan salah satu tiruannya yang ada di Pulau Mana tersebut. Beberapa kali, ia nampak bersolek, meringkuk, bahkan burung ini berusaha bercinta dengan patung tersebut.

“Nigel memilih hidup di Mana, dan kami tahu dia bahagia di sana. Sebab, kalau dia tidak bahagia, dia pasti sudah pergi,” kata Chris Bell dari Department of Conservation.

“Tingkah lakunya memang cukup aneh untuk seekor gannet. Namun, setiap kelompok memiliki tokoh individualisnya,” tambahnya.

“Betapa frustasinya untuk berusaha memikat burung batu ini dan tidak mendapat apa-apa. Ia tidak ditolak dan tidak mendapat dorongan,” kata Bell.

Ia yakin Nigel mati diumur tua, meskipun hasil dari otopsi belum bisa memastikannya.

Bell menambahkan, burung gannet seperti Nigel, meskipun tidak dalam keadaan terancam punah, mereka membutuhkan sarang yang aman dari tikus dan cerpelai. Burung ini merupakan makhluk social yang mempertimbangkan tempat tinggal hingga faktor keamanan.

“Patung tiruan itu dibuat untuk memberikan tanda kepada gannet bahwa pulau Mana aman untuk ditinggali, bebas predator, dan tempat yang menyenangkan bagi mereka,” papar Bill.

Akhir-akhir ini, terlihat ada tiga gannet pendatang baru kerap mengunjungi pulau Mana. Bill mengatakan, kemungkinan mereka membangun sebuah koloni disana sebagai penerus Nigel.

“Tanpa Nigel, tiga burung ini mungkin tidak mau bersarang di sini. Meskipun begitu, kami sangat optimis mereka akan membangun koloni pada akhirnya,” pungkas Bell.

 

 

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *