Ia Menerima “Donor Mata” Dari Anak Kecil yang Meninggal Sakit. Ia Kemudian Mewujudkan Impian Terakhir Almarhum Dengan Melakukan “Hal Ini!”

Irfan adalah seorang pria 29 tahun yang hidup biasa-biasa saja. 10 tahun yang lalu, mata kirinya terkena pecahan besi saat bekerja. Mata kirinya pun kehilangan fungsi penglihatan dan ia harus hidup dengan 1 mata saja. Irfan yang bekerja sebagai tukang ledeng, hanya dengan 1 mata saja tentu sangat mempengaruhi kinerjanya. Tahun lalu, ia akhirnya menjalani operasi transplantasi kornea mata.

Orang yang mendonorkan kornea mata ke Irfan adalah seorang gadis 8 tahun bernama Mia. Pada tahun 2013 Mia mengidap penyakit ginjal spongiosa medula (medullary sponge kidney/penyakit ginjal bunga karang meduler). Medullary sponge kidney merupakan suatu penyakit yang jarang terjadi, dimana tubulus (saluran kecil) ginjal yang mengandung air kemih melebar dan terbentuk kista-kista kecil pada ginjal bagian dalam (medula), sehingga jaringan ginjal tampak seperti spons.

Mia berjuang selama 3 tahun lebih dan meninggal pada September tahun lalu. Ibunya Sali menghubungi pihak rumah sakit untuk melakukan donor kornea mata milik anaknya. Keputusan Sali menuai banyak tanda tanya dari tetangga dan teman-temannya. Kenapa rela melakukan donor kornea ini?

Bulan September tahun lalu Irfan melakukan operasi transplantasi kornea dengan lancar. Dokter mengatakan bahwa kornea yang didonor sangat jernih dan tembus pandang, hanya anak kecil lah yang mempunyai kornea sejernih itu.

Setelah operasi, Irfan memandangi foto Mia dan Sali ibunya. Irfan tidak bisa mengucapkan apa-apa. Ia sendiri mempunyai anak berumur 4 tahun. Ia mengerti perasaan Sali yang kehilangan anak.

Setelah beristirahat beberapa waktu, mata Irfan pun sembuh total dan bisa keluar dari rumah sakit.

Saat bertemu anaknya, itulah momen pertama kali Irfan melihat anak dengan sepasang matanya.

Anaknya bermain dengan ceria, terlihat sangat bahagia, dan Irfan pun teringat akan Mia.

Dari info netizen, ia mengetahui Mia masih ada impian terakhir yang belum tersampaikan. Dari situlah Irfan memutuskan untuk mewujudkan impian Mia dengan mata yang didonorkan Mia.

Sali yang kehilangan putrinya sangat terpukul dan depresi.

Saat Irfan datang mengunjungi Sali, ia sudah mulai tenang. Foto-foto Mia dan mainan peninggalan Mia diperlihatkannya kepada Irfan.

Menjelang kematian, ada 9 impian yang diharapkan Mia untuk dilakukan sebelum meninggal.

1.Membelikan hadiah ke adik

2.Menggambar bersama adik

3.Satu keluarga pergi makan BBQ

4.Satu Barbie yang cantik

5.Satu kotak puzzle

6.Gaun indah

7.Makan ayam goreng dan kentang goreng.

8.Kembali ke sekolah

9.Bertemu teman-teman kembali

Dengan bantuan keluarga, 8 impiannya sudah tercapai, namun impiannya yang ke 9 belum tercapai karena saat ingin bertemu dengan teman-temannya, tubuh Mia sudah menyusut dan ia tidak berani bertemu teman-temannya. Kali ini Irfanlah yang akan membantu mewujudkan impian Mia yang terakhir.

Sali kemudian membawa Irfan ke TK Mia yang dulu. Sali menunjuk bangku favorit Mia. “Mia sangat suka duduk paling depan. Dia juga sangat senang bila ia paling pertama dijemput pulang”

 

Guru Mia lalu membantu mencari teman-teman sekelas Mia dulu dan Irfan berdiri di tengah-tengah mereka. Mereka lalu mengambil foto bersama.

Dari cerita-cerita Sali, Irfan merasa sangat tersentuh dan terdorong untuk menemui Mia. Akhirnya ia diantarkan ke nisan Mia.

Irfan membawa ayam goreng dan kentang goreng favorit Mia. Mia sangat suka saus tomat. Irfan juga membawa beberapa bungkus saus tomat. Mia kecil sangat suka makan kentang goreng, namun ia hanya akan meminta keluarganya membawanya ke restoran sebulan atau dua bulan sekali karena mahal. Anak kecil ini sangat pengertian.

Berdasarkan tradisi setempat, anak kecil yang baru meninggal dalam 3 tahun tidal boleh dipasangi batu nisan. Oleh karena itu kuburan Mia terlihat sangat sederhana. Irfan dalam hati berterima kasih kepada Mia, seumur hidupnya tidak akan melupakan jasa Mia.

Irfan juga menuliskan isi hatinya kepada Mia dalam bentuk surat:
“Saya tidak berani melihat ibumu, saya takut ibumu akan mengingat dirimu saat melihatku. Kita adalah dua orang yang tidak saling kenal, namun kita terhubung karena kornea mata yang kamu donorkan. Saat ibumu menyetujui keputusan donor kornea, mungkin ia berharap agar kamu tetap hidup. Saya melihat baju, mainan pemberian orang-orang, dan juga gaun indah impian kamu, sayang sekali kamu tidak bisa mengenakannya…

Kenangan itu pahit dan menyakitkan, namun orang masih harus bertahan hidup. Saya harap ibumu bisa memulai hidup baru sesegera mungkin. Semoga kali ini kedatangan saya bisa menenangkan hati ibu kamu. Dunia ini begitu besar, aku akan menggunakan matamu dan membawamu melihat indahnya dunia…”

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *