Cerita Pendek Dewasa Korea Making Love In The School

Dongguk school, busan.

Kim Ha Na dan han Tae Kyung adalah sepasang kekasih yang baru saja meresmikan hubungan mereka kemarin, di acara from nite sekolah. Ha Na dan Tae Kyung merupakan siswa dari sma dongguk yang berada di kelas yang sama. Kelas 2-1. Ha Na merupakan siswa yang memiliki prestasi cukup bagus menduduki peringkat 3 di kelasnya, sedangkan Tae Kyung merupakan murid pindahan dari seoul. Tae Kyung tidak memiliki prestasi yang cukup bagus di sekolahnya namun ia adalah anak dari pejabat di kepolisian. Ayah seorang kepala satuan detektif busan.

 

Ha Na dan Tae Kyung mulai tertarik satu sama lain saat mereka sama-sama mempersiapkan acara from nite yang akan di adakan sekolah mereka, dan begitu acara from nite selesai, Tae Kyung langsung saja mendekati Ha Na dan menyatakan cintanya. Gayung bersambut, Ha Na pun menerimanya.

Tae Kyung dan Ha Na mulai menjalani ksiah cinta mereka dengan manis, tempat favorite mereka adalah perpustakaan. Ha Na yang merupakan siswa cukup pintar paling suka membaca buku dan mengajarkan tugas-tugas pada tae kyung. Tae Kyung yang merupakan siswa cukup bandal kini sudah mulai berubah menjadi siswa yang cukup baik hingga orang tuanya bingung tapi juga senang karena perubahan yang positif pada tae kyung.

Usut punya usut orang tua Tae Kyung pun tau perubahan ini karena se kyung, karena Ha Na yang selalu memotivasinya. Orang tua Tae Kyung mulai melunak pada Tae Kyung dengan memberikan ponsel pada Tae Kyung karena selama ini ponsel Tae Kyung di sita dan Tae Kyung diam – diam menggunakannya di malam hari.

Saat-saaat penting di  dongguk school sedang di gelar, itu adalah ujian kenaikan kelas. Ha Na dan Tae Kyung pun semakin rajin belajar baik itu di perpustakaan sekolah juga di di perpustakaan daerah sepulang sekolah.

Siang itu, Tae Kyung menggandeng tangan Ha Na dan mengatakan hal penting “ Ha Na a, bagaimana kalau belajarnya di rumah q saja” Ha Na kaget “ apa? Jangan jangan..” Tae Kyung “ kenapa ? orang tua q sudah tau kita pacaran” Ha Na menggeleng dan tetap menolaknya, Ha Na melepaskan genggaman tangan Tae Kyung dan berjalan menuju perpustakaan daerah tempat mereka biasa belajar. Tae Kyung melihat Ha Na berjalan di depannya dan mengejarnya dengan merangkul Ha Na dari belakang. Ha Na takut setengah mati karena ini masih di dekat lingkungan sekolah, Tae Kyung “ sampai kapan kita merahasiakan hubungan ini?” Ha Na memandang Tae Kyung dalam-dalam “ nanti, saat kau masuk ke dalam 10 besar peringkat kelas”Ha Na terbata “ kau… kau … kau tau ibuku kan.. ibuku akan menetang jika aq berpacaran, ibu…” Ha Na jadi serba salah dan segera berjalan menuju perpustakaan.

Ha Na dan Tae Kyung sudah sampai di perpustakaan dan mereka seperti biasa duduk di paling ujung meja ini, Ha Na dan Tae Kyung masih saling diam tidak membahas masalah ini lagi. Ha Na berdiri dan akan mengambil buku referensi yang lain, Ha Na fokus mencari buku yang ia maksud di sudut perpustakaan ini. Tae Kyung berjalan di belakang di belakang Ha Na dan memeluknya. Ha Na segera berbalik dan melihat situasi, suasana di perpustakaan ini sepi tiada penghuni kecuali mereka dan penjaga perpustakaan di depan ruangan. Tae Kyung melihat dalam-dalam ke hadapan Ha Na yang masih ada di pelukannya “ maaf, maafkan aku” Ha Na melunak “ tidak apa, mohon mengertilah”. Tae Kyung pun melunak.

Tae Kyung belum mau melepaskan pelukannya pada Ha Na dan seperti kerasukan setan, Tae Kyung langsung mencium Ha Na penuh gairah, Ha Na tidak menolak dan membalas ciuman mesra itu. kening, pipi, hidung, dan bibir Ha Na semua Tae Kyung cumbu. Tae Kyung mengakatnya tangan dari pinggang ke wajah Ha Na dan semakin buas mencumbu bibir mesra se kyung. Ha Na merangkul Tae Kyung dan terus bergumul dalam asmara yang tiada henti.

5 menit sudah berlalu, mereka menyadari ini di perpusstakaan. Tae Kyung dan Ha Na pun segera meninggalkan perpustakaan, takut jika ada siswa lain yang melihat mereka.

Tae Kyung mengantarkan Ha Na pulang ke rumah di perempatan jalan, tidak pernah sampai di depan rumah, apalagi alasannya jika bukan karena orang tua se kyung. Ha Na memegang tangan Tae Kyung dan menyemangatinya “ berusahalah lebih keras”. Tae Kyung mengerti dan mengangguk.

Pagi hari menjelang dan kelas olahraga segera berlangsung, semua siswa berganti pakaian untk mengikuti kelas ekstrakurikuler ini. Tae Kyung dan Ha Na hanya saling pandang tanpa bicara setiap kali berada di kelas. Materi hari ini adalah basket, semua siswa berlatih basket di lapangan dan karena begitu banyak siswa yang ad di lapangan dan bermain basket guru dan siswa lainnya tidak memperhatikan Ha Na dan Tae Kyung yang pergi meninggalkan kelas.

Tae Kyung dan Ha Na pergi ke atap sekolah menikmati suasana segar di pagi hari. Tae Kyung dan Ha Na bersembunyi di balik dinding gudang di atap sekolah ini, mereka duduk dan bercerita tentang hubungan mereka, apa komentar ayah dan ibu Tae Kyung juga bagaimana cara Ha Na bisa tidak ketahuan pacarannya dengannya meski sudah 3 bulan menjalin hubungan. Tae Kyung dan Ha Na saling tersenyum dan tertawa bahagia. Ha Na dan Tae Kyung saling beradu pandang, Tae Kyung melihat kanan dan kiri, Ha Na “ kenapa ?” suasana sepi. Tae Kyung menarik Ha Na ke dalam gudang.

Tae Kyung memegang pipi Ha Na dengan lembut dan mengecup bibir se kyung, Ha Na juga melingkarkan tangannya di kepala tae kyung. Mereka kembali berciuman mesra. Kali ini tidak hanya mencium kening, pipi, hidung dan bibir Ha Na saja, Tae Kyung juga sudah mulai berani untuk meraba payu dara se kyung. Ha Na bergelinjang kegelian. Tae Kyung mengangkat baju Ha Na dan melepaskannya karena baju olahraga tidak memiliki kancing di depannya. Kini hanya bra yang menempel di tubuh bagian atas se kyung.

Tae Kyung masih melumat bibir Ha Na dengan mesra, tangannya meremas-remas payu dara se kyung. Kini tangan Ha Na berpindah dari meremas ke bagian belakang tubuh se kyung, Tae Kyung melepaskan kaitan bra Ha Na dan melepasnya ke lantai, Ha Na sudah topless tanpa sehelai benang pun.

Tae Kyung mulai mengalihkan pandangannya ke bagian dada se kyung, Tae Kyung kini melumat payu dara Ha Na dengan birahi yang memuncak hingga membuat Ha Na sedikit mendesah “ahhh ahhh..emm ahhh.” Suara desahan Ha Na semakin keras dan membuat Tae Kyung khwatir ada orang yang mendengar, Tae Kyung menutup mulut Ha Na dengan tangannya dan terus melumat payu dara se kyung. Ha Na bergelinjang kesenangan.

Tae Kyung kini mulai meraba celana dalam Ha Na yang mulai basah, teransang cumbuan tae kyung. Ha Na semakin menjadi-menjadi. Tae Kyung akan membuka celana Ha Na tapi bunyi bel menghentikannya.

‘teeet teeet’ bel berbunyi dan itu artinya mereka harus segera masuk ke dalam kelas jika tidak ingin yang lain curiga pada mereka. Ha Na pun segera memakai bra dan bajunya. Ha Na dan Tae Kyung merapikan rambut mereka yang sedikit berantakan karena remasan-remasan kenikmatan itu.

Tae Kyung dan Ha Na kembali ke dalam kelas dan melanjutkan pelajaran mereka, meski begitu mereka tetap tidak bisa konsentrasi pada pelajaran dan hanya senyum-senyum memikirkan pengalaman yang baru saja mereka jalani tadi hingga membuat teman sebelah Ha Na bertanya “ kenapa ?” Ha Na hanya menggeleng.

Hari berganti hari, Ha Na dan Tae Kyung masih terus menyembunyikan hubungan mereka. sudah satu minggu berlalu sejak mereka bercumbu di atap sekolah, Tae Kyung di dalam kelas mulai memberikan kode pada Ha Na saat melewati meja se kyung, Tae Kyung mengetuk pelan meja Ha Na tanda ingin bicara.

Tae Kyung dan Ha Na keluar dari ruangan saat jam istirahat berlangsung. Tae Kyung menarik tangan Ha Na menaiki tangga ke atap sekolah dan langsung menuju gudang favorite mereka. Tae Kyung memeluk Ha Na dari belakang “ aku rindu kamu” Ha Na tersenyum dan membalas Tae Kyung “ aku juga rindu kamu”. Tae Kyung dan Ha Na kembali melakukan ritual paling menyenangkan itu seakan lupa bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkan restu dari orang tua Ha Na untuk mendapatkan pria smart.

Tae Kyung dan Ha Na kembali berciuman dan saling bercumbu, nafsu birahi sudah menguasai perasaan dua insan yang saling terkekang di keluarga mereka. Tae Kyung membuka kancing baju Ha Na dan melumat payu dara Ha Na dengan ganas. Ha Na pun kini mulai berani memegang senjata ampuh milik tae kyung.

Ha Na membuka kancing celana Tae Kyung dan memasukkan tangannya ke dalam celana dalam tae kyung, Ha Na agak kaget merasakannya, ini seperti pelajaran biologi tentang anggota tubuh yang mereka pelajari, bahwa mr.p laki-laki akan menegang jika mendapatkan rangsangan. Tae Kyung tau Ha Na kaget dan menatap Ha Na “ kenapa, kau ingin mencobanya?” Ha Na masih waras dan menggeleng.

Di ujung gudang ini terdapat kursi kosong yang tidak di pakai, Tae Kyung melihatnya dan seakan mendapatkan ide. Tae Kyung menarik tangan Ha Na dan mendudukkannya disana. Tae Kyung membuka celana dan celana dalamnya, mr.p Tae Kyung menyembur keluar dari sana “cobalah..” Ha Na agak merasa jijik tapi ia juga ingin mencobanya. Ha Na merasa ini luar biasa karena ia biasanya hanya mendengar teman-temannya bercerita tentang organ p. Dan kini ia sudah mempraktekkannya.

Ha Na memegang batang panjangan itu dan mengocoknya, Tae Kyung yang berdiri di hadapannya mulai merasakan kenikmatan dan mencengkram rambut Ha Na “ahhh ahh” Tae Kyung pun mulai mendesah. Ha Na melihat raut wajah Tae Kyung yang mulai terhanyut oleh kulumannya, Ha Na pun akhirnya memasukkan batang panjang itu ke mulutnya dan melumat habis. Tae Kyung semakin tidak tahan lagi, ia akhirnya orgasme dengan mengeluarkan banyak sperma di lantai “ahhhhhhhhhh.”

Tae Kyung lemas dan ambruk di hadapan se kyung, Ha Na memberikan kursinya pada Tae Kyung untuk duduk. Tae Kyung menarik Ha Na ke dalam pangkuannya dan masih memiliki kekuatan untuk meremas payu dara se kyung. Ha Na melihat wajah Tae Kyung dan kembali berciuman mesra.

Waktu terus berjalan dan saatnya ujian kenaikkan kelas berlangsung, perjuangan pahit mereka kini terbayar sudah, Tae Kyung berhasil masuk ke dalam peringkat 5 besar kelasnya dan membuat siswa yang lain bahka tidak percaya karena prestasi Tae Kyung ini. dan Ha Na seperti biasa selalu mendapatkan rangking, namun kali ini ia juga naik 1 peringkat, Ha Na menduduki juara 2.

Tae Kyung dan Ha Na sangat gembira atas prestasi mereka, ibu Tae Kyung yang tau Tae Kyung mendapatkan juara juga sangat senang dan langsung memberitahu ayah. Ayah juga senang tapi ia juga harus segera pergi untuk menghadiri rapat di seoul, ibu menyiapkan pakaian mereka untuk pergi ke seoul selama 3 hari, karena biasanya dalam acara seperti ini istri-istri para pejabat juga turut serta mengikuti kegiatan suami mereka.

Ibu menasehati Tae Kyung panjang lebar karena ini pertama kalinya Tae Kyung di tingal kedua orang tuanya keluar kota, ibu berpesan untuk jangan lupa makan, membersihkan kamarnya meski minggu ini adalah hari libur kenaikan sekolah. Tae Kyung mengerti dan mengantarkan ayah dan ibu menuju mobilnya. Ayah dan ibu segera pergi menuju seoul.

Rumah sepi di tinggal ibu yang biasanya cerewet padanya, Tae Kyung tiba-tiba mendapatkan ide, ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan cintanya pada Ha Na “ Ha Na a, sedang apa ? aku rindu… setiap libur sekolah aq tidak bisa bertemu dengamu, apa kita harus ke toko buku ? membeli buku ?” Ha Na membuka pesan itu dan membalasnya “ hanya 1 minggu, 1 minggu saja kita akan bertemu.”

Tae Kyung tidak bersemangat membaca pesan balasan Ha Na dan membuka laptopnya ingin bermain game online. Namun game online pun tidak membuatnya semangat hingga ia melihat kartun karakter seorang wanita membawa pedang dengan payu dara yang menonjol. Tae Kyung langsung teringat pengalamannya bersama Ha Na di atap sekolah. Tae Kyung segera mencari referensi tentang hal itu, dan ia menemukan sebuah cuplikan film dewasa, itu sangat hot hingga membuat Tae Kyung tanpa sadar memegang mr.pnya sendiri, Tae Kyung membayangkan ia melakukan hal itu dengan se kyung.

Tae Kyung mendapatkan ide kotornya dengan mengirimkan video itu pada se kyung, Ha Na membuka snsnya dan mendapatkan link sebuah video, Ha Na membukanya dan juga kaget dengan isinya, Ha Na segera menutup leptopnya, tapi rasa penasaran terus menghantuinya, Ha Na membuka kembali laptopnya dan diam-diam mendengarkannya dengan earphone di telinganya. “aaahh uhhh ahhh suara video itu mendesah, Ha Na pun tanpa sadar meremas remas sendiri payu daranya.

Selesai menonton video itu Ha Na langsung menelpon Tae Kyung “ ya.. apa yang kau lakukan “ Tae Kyung “ hhe.. tidak aku hanya iseng mengirimkannya padamu, gimana suka ? “ Ha Na sedikit membentak “hei!!” Tae Kyung “ aku tau aku tau, 3 hari ini ibu dan ayahku pergi ke seoul, jika kau mau mainlah ke rumah, akan ku buatkan makanan enak” Ha Na langsung saja menolak “ tidak tidak tidak” Tae Kyung “ hanya makan, makan” Ha Na tetap mengatakan tidak dan menutup teleponnya.

….

Hari terakhir ibu dan ayah berada di seoul, ibu mencoba menelpon putranya untuk membelikan oleh-oleh tapi Tae Kyung tidak mengangkat telepon tumah yang terus berdering karena ia sibuk menyiapkan makanan untuk Ha Na yang berjanji akan datang.

Ha Na menekan bel dan Tae Kyung segera membukanya “ masuklah” Tae Kyung membawa Ha Na ke meja makan dan menunjukkan cake yang ia buat, rasanya hambar meski tampilannya cukup lumayan, ini tidak memuaskan mereka berdua. Tae Kyung pun berinisiatif untuk memesan makanan cepat saji, “call” mereka setuju memesan jajangmyun, karena dapur kotor berantakan oleh Tae Kyung yang mencoba membuat cake, Ha Na pun membersihkannya bersama tae kyung, saat Ha Na mencuci piring di wastafel, Tae Kyung langsung memeluk Ha Na dari belakang “ aku rindu kamu, saranghae” Tae Kyung lalu mengecup leher Ha Na lama hingga meninggalkan bekas merah.

Kali ini suasana sangat mendukung tidak hanya suasana yang sepi tapi juga lokasi yang free untuk mereka, Tae Kyung dan Ha Na mulai begumul lagi, satu persatu mereka melepaskan pakaian dan tinggal Ha Na yang memakai pakaian dalam. Tae Kyung terengah-rengah mencumbu Ha Na dan menciumi bagian vagina se kyung.

Vagina Ha Na sudah basah kuyup sperti kena hujan karena kenikmatan ini, Tae Kyung akan menarik celana dalam Ha Na namun bunyi bel berdering, siapakah itu, mereka kaget takut itu adalah orang tua tae kyung, tapi tidak, itu hanya pengantar makanan cepat saji. Tae Kyung memakai handuk baju dan menerima pesanan itu, berlagak seperti baru mandi. Pengatar makanan itu pun tidak curiga.

Tae Kyung meletakkan jajangmyung itu di atas meja dapur dan segera menuju kamarnya karena Ha Na di masukkan ke dalam saat pengantar makanan itu datang. Pakaian mereka masih berserak di lantai dan Ha Na hanya memakai handuk melihat-lihat isi kamar tae kyung.

Tae Kyung memeluk Ha Na lagi “ gimana sayang… kita lanjutkan…” Tae Kyung pun membuka handuk yang menempel pada Ha Na dan kembali menggerayangi tubuh se kyung. Ha Na menggelinjang kesenangan. Ha Na kini sudah ada di tempat tidur tae kyung, Tae Kyung melepaskan handuk bajunya dan merangkak ke atas tubuh Ha Na menciumi tubuhnya, bibirnya, payu daranya, bahkan vaginanya. Ha Na membalikkan badan, Tae Kyung menciumi kuping Ha Na dan juga bagian pantat se kyung.

Batang kemaluan Tae Kyung sudah menegang sejak tadi dan siap untuk meluncur, vagina Ha Na juga sudah basah, Tae Kyung ingin mencobanya tapi Ha Na kembali menolak “ kondom?” Tae Kyung tersadar dan segera berlari ke kamar ayahnya mencari kondom itu.

Tae Kyung sudah menemukan dan siap dengan senjatanya,se kyun pun bersiap melebarkan kakinya “arghh sakit…” “ tahan sedikit sayang.. nanti juga nikmat” Tae Kyung sudah berhasil masuk dan kini saat beraksi menggoyang. Tae Kyung pelan pelan melakukan aksinya dan membuat Ha Na meringis sakit tapi juga nikmat. Ha Na dan Tae Kyung sama-sama mendesah tanpa khwatir ada yang mendengar.

Tae Kyung semakin lama semakin menguatkan irama goyangannya dan meremas payu data se kyung, Ha Na hanya bisa meremas seprei tempat tidur itu sambil memejamkan matanya. Tae Kyung sudah puas dengan gaya ini, kini ia meminta Ha Na untuk mengakat kakinya ke pundaknya, Tae Kyung segera melakukan penetrasi “arhh arghh arghh Tae Kyung a cepat,, cepat,, arghh arghh” Ha Na semakin mendesah tidak karuan meminta irama goyangan di cepatkan, Tae Kyung menuruti keinginan kekasihnya dan juga merasakan kenikmatan itu dengan menutup matanya “arghhh arghh arghh… “

Posisi kembali berganti, kali ini mereka mengikuti posisi hot yang ada di dalam video, doggi style. Ha Na segera membungkuk dan Tae Kyung memasukkannya dari belakang. Tae Kyung kembali menggoyang Ha Na dengan memegang pantat Ha Na yang berisi padat sintal. Payu dara Ha Na menggantung, bergoyang-goyang cepat karena dorongan dari tae kyung.

Ha Na dan Tae Kyung sudah hampir klimaks.. mereka saling mengeram dan merasakan panas luar biasa dari dalam tubuhnya, goyangan Tae Kyung semakin di kuatkan dan desahan semakin membangkitkan gairah.. Tae Kyung dan Ha Na ambruk.. mereka orgasme bersamaan.

Tae Kyung dan Ha Na sama-sama puas dan saling berpelukan di atas ranjang memulihkan tenaga mereka.

Selesai ritual menyenangkan ini, mereka menikmati jajangmyun yang sudah di pesan dan membersihkan rumah tanpa membuat orang tua Tae Kyung curiga.

Liburan usai dan mereka kembali menjalani hari-hari di dalam sekolah dengan cumbuan-cumbuan mesra di gudang sekolah.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *