Warga Tiban Keluhkan Pembangunan Tower Seluler

Pembangunan tower seluler di area perumahan warga kembali dikeluhkan. Kali ini warga Vila Sampurna 2, Tiban, mengadu ke DPRD Kota Batam, karena tower seluler tersebut berdiri di dekat fasilitas umum (fasum) perumahan. Hal ini dirasa tak ideal, karena warga takut terdampak radiasi dari tower tersebut.

Tower tersebut, menurut penjelasan Gunawan, warga setempat, merupakan tower bersama yang digunakan beberapa perusahaan jaringan. Meski belum dibangun permanen, namun tower tersebut sudah menjunjung tinggi di dekat fasum.

“Ini sudah jalan dua tahun. Kami juga belum tahu apakah ada izin atau tidak,” kata Gunawan, Jumat (2/1).

Ketakutan warga akan radiasi, membuat cemas jika berdampak kepada anak-anak di lingkungan tersebut. Oleh karena itu, diharapkan ada tindakan atau langkah-langkah yang bisa meminimalisir kecemasan warga. “Towernya itu masih sementara. Belum tower permanen, tapi tetap berdampak,” ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan bahwa tuntutan warga akan diterima dan dilanjutkan dengan penelusuran. Komisi III akan mempertanyakan apakah izin dari tower tersebut ada atau tidak.

“Kemudian juga transparansi di internal saja. Apakah ada kompensasi atau tidak. Tapi dari RDP, ada kompensasi beberapa kali,” ungkapnya.Nyanyang juga mengatakan, bahwa tidak semua warga menolak adanya tower tersebut. Masih ada tiga warga yang mengaku menerima adanya tower di sana. “Untuk masalah izin, jika memang tidak ada, kita akan panggil dinas terkait,” pungkasnya. (iik)

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *