Dia “Mengatakan 1 Kalimat Sederhana Pada Anak Kecil yang Menipunya”, Siapa Sangka “15 Tahun Kemudian Nasib Anak Ini Berubah Drastis Karenanya”!

Suatu hari, aku baru saja selesai mengajar dan kembali ke kantor. Lalu, salah seorang teman kerjaku memberikan selembar cek padaku. Ketika kulihat, di situ tertera 900 ribu rupiah. Aku merasa aneh karena tidak merasa meminjamkan uang pada siapapun. Namun, saat aku membaca kolom nama pengirim, di situ tertulis, “Pengemis kecil yang membeli makanan 15 tahun yang lalu.” Tiba-tiba saja aku ingat masa lalu. Mungkinkah itu dia?

Kejadian itu terjadi 15 tahun yang lalu. Saat itu, ibuku menjual makan siang di sebuah gerbang sekolah setiap hari. Ibuku melihat bahwa murid-murid yang bersekolah di situ cukup memprihatikan, sehingga ia menjual makan yang lebih enak dan lebih murah dari yang lain. Dengan harga jual 8.000 rupiah, banyak murid yang kemudian membeli padanya.

Saat itu, aku baru saja lulus kuiah dan belum bekerja, sehingga aku membantu ibuku berjualan. Di tengah kerumunan murid yang membeli makanan, tiba-tiba saja aku merasa ada seseorang di belakangku. Ketika aku berbalik, aku melihat seorang anak yang mengenakan pakaian compang-camping sedang berdiri di situ. Ibuku yang melihatnya juga kemudian langsung memberinya sekotak makanan. Anak itu segera memasukkan uang ke kotak uang, lalu mengambil makanan kotak itu dan segera berlari pergi.

Lalu, salah seorang murid yang sedang antri berkata, “Aku sudah berkali-kali melihat anak itu, ia selalu memasukkan 200 rupiah dan langsung mengambil kotak makanan. Kalau lain kali aku melihatnya lagi, aku akan mengajarai dia.”

Ketika aku melihat kotak uang, ternya memang hanya 200 rupiah. Belum sempat aku berkata apa-apa, ibuku langsung berkata, “Aku tahu ia hanya memberi 200 rupiah, namun aku tetap pura-pura tidak tahu saja.”

Hari kedua aku membantu ibu, ternyata anak itu datang lagi. Saat ia akan memasukkan uangnya ke dalam kotak uang, aku menangkap tangannya dan berkata, “Apakah cukup membayar 200 rupiah untuk makanan ini? Sekarang kamu boleh ambil dulu, tapi nanti kamu harus bayar sisanya!”

Ia kemudian malah terpaku tak bergerak. Aku berkata lagi padanya, “Pergilah, aku yakin suatu hari kamu pasti bayar sisanya. Besok datang lagi ya!” Ia kemudian memasukkan uang, mengambil kotak makanan, dan pergi. Sejak itu ia masih sering datang untuk membeli makanan dan hanya membayar 200 rupiah.

Teman kerjaku tiba-tiba membuyarkan lamunanku, “Ini masih ada surat buat kamu.” Surat itu berbunyi demikian:

.

.

Akhirnya aku menemukan alamatmu dan setelah waktu berlalu sangat lama, aku bisa juga mengembalikan pinjamanmu 15 tahun yang lalu. Suatu hari aku hanya punya 200 rupiah dan kelaparan. Lalu aku melihat seorang bibi yang berjualan makanan di gerbang sekolah. Aku langsung memasukkan uang 200 rupiah itu ke dalam kotak uang dan berteriak minta makanan. Bibi itu langsung memberikan makanan tanpa curiga. Sejak saat itu aku setiap hari datang ke situ dan melakukan hal yang sama. Hingga suatu hari kamu memegang tanganku dan mengatakan hal yang tidak pernah bisa kulupakan. Sejak saat itu aku bertekad akan memenuhi persetujuan kita.

Suatu hari, ada seorang wanita yang melihatku di jalan dan memberikan jaketnya padaku. Saat aku pulang dan memeriksa kantongnya, aku menemukan ada uang 500 ribu rupiah. Tadinya aku akan mengambilnya, namun tiba-tiba aku teringat ekspresi percayamu padaku. Akupun akhirnya mencoba mencari wanita itu dan mengembalikan uangnya.

Ketika wanita itu dan suaminya melihatku mengembalikan uang, mereka langsung memeluk dan memujiku sebagai anak yang baik sambil menangis. Saat itu ternyata anak perempuan mereka satu-satunya baru saja meninggal dan aku beruntung karena mereka mau mengadopsiku. Sejak itu hidupku pun berubah. Sekarang aku sudah menjadi guru di sebuah sekolah menengah.

.

.

Ternyata itu benar dia! Tak sadar air mataku pun mengalir…

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *