KEPERAWANAN GADIS BELIA DIPERCAYA BISA SEMBUHKAN HIV DI EASTERN CAPE, AFRIKA

http://situsberita.info

SitusBerita.Info – Pernikahan wanita di bawah umur masih sering terjadi di berbagai belahan dunia. Salah satu tempat yang menjadi fokus masalah ini adalah Afrika Selatan. Tradisi menikah di usia dini ternyata menjadi sulit diberantas karena mitos bahwa menikmati darah perawan gadis belia dapat menyembuhkan penyakit HIV.

Mitos ini mulai berkembang di Daerah Eastern Cape, bahkan penduduk sekitar melakukan tradisi menikahkan gadis belia mereka karena dianggap sebagai tradisi. Jika si gadis tidak mau menikah, maka dilakukan dengan paksa, dan jika tetap menolak dipaksa menikah, maka dilakukan ritual Ukuthawal atau penculikan paksa yang tentu saja melalui restu dari orang tua sang gadis.

Tradisi menikahkan gadis di usia belia di Eastern Cape telah berlangsung sejak puluhan lalu. Bahkan di Kota ini pernikahan dengan gadis perawan sudah menjadi praktik jual beli. Lelaki dewasa yang terjangkit Virus HIV dan ingin sembuh akan rela membayar mahal untuk membeli wanita perawan sebagai calon pengantin mereka.

Nombasa Gxuluwe, misalnya, dia adalah seoranng relawan dari World AIDS Campaign yang tersentuh untuk mengakhiri tradisi jual beli perawan gadis berkedok pengobatan HIV dan pernikahan ini. WAC tidak sendiri bahkan ada, bahkan beberapa organisasi kemanusiaan lain juga bergerak bersama Nombasa untuk memberikan penyuluhan dan pelurusan mengenai Mitos darah perawan dan HIV-Aids.

“Ada mitos jika anda berhasil tidur dengan gadis perawan akan dapat menyembuhkan HIV. Karena mitos ini, banyak predator anak yang mencari gadis perawan yang masih belia sebagai calon pengantin” kata Nombasa seperti yang dikutip dari CNN.

rok mini dan hot cewek cantik dan seksi jual perawan dan darah seksi manis

Nombasa menambahkan jika lelaki HIV ini kebanyakan adalah laki-laki yang ditinggal mati istrinya karena mengidap penyakit yang sama.

Pernikahan dan melakukan hubungan seksual dengan gadis perawan tentu saja tidak membuat virus HIV hilang bahkan akan menularkan virus tersebut kepada gadis belia yang dinikahkan. Kasus ini bahkan sudah dibuat dalam film dokumenter berjudul “‘Ukuthwala-Stolen Innocence”. Film yang dibuat oleh WAC ini merupakan kisah dari seorang perempuan yang diculik dan dijadikan korban nikah paksa karena mengincar darah perawan yang ia miliki.

“Seorang wanita memanggil saya dan menanyakan apakah saya ingin di ajak menikah, saya bilang tidka mau, lalu dia bilang saya akan diculik dan dipukuli jika tidak mau” kata seorang gadis dari desa Lusikisiki di Eastern Cape yang telah menjadi korban kawin paksa.

“Pada malam berikutnya, perempaun tersebut mendatangi saya dan membawa paksa saya ke sungai. di sana sudah ada 7 orang yang menunggu yang membawa saya ke rumah sang lelaki, semuanya terlalu cepat terjadi dan akhirnya saya menikah”. tutup gadis.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *