Melihat Hidup dari Sudut Pandang Lain! Anda Akan Mengerti Setelah Membaca Tuntas Cerita Ini.

Dalam perjalanan hidup ini, seringkali akan menghadapi banyak masalah yang sulit dipecahkan.

Mungkin bukan Anda yang tidak bisa memecahkannya, hanya saja Anda belum memahaminya.

Aming adalah orang yang sangat kaya, tapi hidupnya tidak bahagia.

Meski dia bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan, tapi ia selalu merasa masih saja ada yang kosong.

Tapi entah apa itu, dia sendiri juga tidak bisa mengutarakannya dengan kata-kata.

 

ILUSTRASI. (Internet)

Suatu hari, seorang pengemis mengetuk pintu rumahnya minta sedekah.

Dia melihat pembantu Filipina-nya mengusir si pengemis. Saat itu, ia melihat ekspresi pengemis yang tadinya penuh harap itu menjadi kecewa.

Melihat itu, tiba-tiba saja Aming merasakan kehampaan Ya, rasa seperti “Itulah yang saya inginkan!”

Karena dia tidak bahagia, jadi ketika dia melihat penderitaan orang lain, ia justeru merasakan sukacita yang aneh!

Sejak itu, sikap Aming menjadi dingin dan picik, sampai-sampai temannya dan pembantu Filipinanya juga tidak suka lagi padanya!

Suatu hari, saat Aming keluar, ia melihat seorang pemulung tua.

Dia merasa ganjil melihat ekspresi pemulung itu terlihat ceria, secerah mentari sambil tersenyum.

“Aneh? Orang yang hidupnya memulung sepertinya kenapa tampak selalu tersenyum di wajahnya? Hidupnya tampak bahagia?” gumam Aming.

Dia pun memutuskan mengundang orang tua itu ke rumah mewahnya, dan membiarkannya menikmati hidup nyaman selama beberapa hari, baru kemudian mengusirnya.

Setelah beberapa hari menikmati hidup nyaman, pemulung itu pun diusir pada hari ketujuh.

“Saya mau lihat bagaimana ekspresimu setelah kubawa menikmati hidup nyaman, lalu kutendang lagi, saya mau lihat ekspresimu yang sedih, siapa tahu mungkin anda akan bertanya-tanya apa arti dari hidupmu itu, ha ha ha! “gumam Aming sambil tertawa terbahak-bahak

Tapi tak disangka, beberapa hari kemudian, ketika ia melihat pemulung tua itu,  masih saja terlihat ceria sambil memungut kardus bekas.

ILUSTRASI. (Sumber: sociaalwerknederland)

 

Ia selalu menyungingkan senyum saat bertemu dengan siapa pun. Seakan-akan tidak ada yang terjadi.

Aming pun heran dan tak habis mengerti! Kemudian dia kembali mengajak pemulung tua itu ke rumahnya. Dia penasaran dengan optimisme si pemulung tua.

“Sudah tua renta, hidup anda juga mungkin tidak lama lagi, masa sih anda tidak merasa kecewa dengan hidupmu ? ”

“Terima kasih anak muda atas jamuan Anda beberapa hari yang lalu, mau mendengar ceritaku? ”

Aming menganggukkan kepalanya.

“Saat berumur empat puluh tahun, saya memiliki pekerjaan yang stabil, punya isteri yang sangat cantik. Namun, semuanya berubah setelah anak pertama kami lahir. Anak kami mengalami keterbelakangan mental, lalu kami mulai sering bertengkar,” kisahnya.

Namun, dalam perdebatan sengit itu, selain masalah anak, satu sama lain juga merasakan kalau keretakan itu sebenarnya sudah dimulai sejak awal kelahiran anak kami!

Seperti dua garis silang perlahan-lahan menjadi garis sejajar tidak ada lagi titik persimpangan.
setelah tandatangan (surat cerai), dia pun meninggalkan saya.

Tapi, saya masih tetap bekerja seperti biasa, pilar hidup saya adalah anak yang saya cintai.

ILUSTRASI.
(圖片來源:500px.com)

Orang bilang, anak yang menderita keterbelakangan mental itu paling bahagia! Tidak ada yang dicemaskan, dan tidak ada perdebatan.

Mereka adalah manusia yang paling polos dan saya juga merasa demikian.

Saya mencintai anak saya! Senyumnya yang polos seringkali membuat saya melupakan kerisauan saya.

5 tahun kemudian anakku mengalami kecelakaan saat menyeberang jalan.

Sejak hari itu, dia meninggalkan saya, dan dunia saya pun ikut berubah. Saya meninggalkan pekerjaan, saya menjual rumah, mobil dan sebagainya. Saya minum sepanjang hari hingga mabuk dan tak sadarkan diri.

Hari-hari seperti itu saya lalui sekitar satu tahun. Uang saya habis, duduk bersandar di sudut jalan, menunggu ajal menjemput.

Dalam setengah sadar, tiba-tiba teringat anak saya. Sebenarnya, saya susah payah membesarkannya.

Saya tahu banyak anak-anak di luar sana selalu menindasnya, dan saya juga tidak mungkin melindunginya selamanya.

Suatu hari saat dia tumbuh dewasa akan menghadapi dunia yang lebih menyeramkan.

Mungkin kepergiannya merupakan pembebasannya. Saya juga merasa tidak ada lagi yang perlu disesalkan!

Masa lalu bak sebuah film. Adegan demi adegan tercermin dalam mataku.

Tiba-tiba saya teringat dengan mantan isteri ternyata sekian lamanya saya masih merindukannya!

Saya pikir, hidup saya juga tidak lama lagi, jadi, lebih baik saya menemuinya untuk terakhir kalinya!

Namun sebenarnya, saya juga tidak benar-benar ingin menemuinya, hanya ingin melihatnya sejenak. Mungkin dengan begitu baru bisa pergi dengan tenang tanpa beban!

ILUSTRASI. (Sumber: novalectio)

Saya ingat surat itu ditulisnya lima tahun yang lalu saat dia meninggalkan rumah,
dia bilang dia akan menungguku. Sekarang dia menyewa sebuah rumah kecil di luar.

Namun, segalanya sudah sirna, dia sudah pindah saat kutemukan rumahnya. Saya bertanya tentangnya pada tetangga di sebelah.

“Anda siapanya dia ya?”

“Saya kakak sepupunya,” jawabku berbohong

“Saya datang menjenguknya, karena sudah lama kami tak saling kontak.”

“Oh! Dia sudah menikah tahun lalu dan pindah ke Taipei.”

Tetangganya yang ramah itu bahkan memperlihatkan kepada saya foto komunitas kegiatan masyarakat saat mereka mendaki gunung dan kegiatan lainnya!

“Anda mau nomor teleponnya? Kami selalu saling kontak lho!”

“Tidak, terima kasih! ”

Saat itu, ketika mendengar kabar tentang pernikahannya, tiba-tiba saya merasa sedikit benci!

Tapi wajah di fotonya itu, tampak senyumnya masih cemerlang seperti dalam ingatan.

Tidak! Senyumnya tampak semakin manis dan menarik! Sementara pria dalam foto itu juga memberikan perasaan hangat.

Dia sudah menemukan orang yang tepat, dan itu barulah kebahagiaannya. Saya adalah orang yang tidak pantas untuk diandalkan!

Tahukah Anda? Saat simpul hati manusia terbuka, banyak hal yang pernah terjadi tidak akan lagi membelenggu pikiranmu.

Tidak akan lagi memperhitungkan benar atau salah, benci atau suka. Sebenarnya, saya masih punya banyak kenangan indah juga !

Entah kenangan bersama anak atau bersamanya, saya memiliki begitu banyak kenangan indah. Jadi, saya masih merasa berat meninggalkan dunia ini.

ILUSTRASI. (Sumber: meipaituw)

Karena itu, saya memutuskan untuk tetap hidup. Ingin memeluk semua kenangan itu!

Kenangan yang membawa kesempurnaan atas ketidaksempurnaan saya dalam sepanjang hidupku !

Saat itu tangan saya sudah mulai bergetar, orang yang hampir berusia 50 tahun mungkin tidak akan bisa lagi mendapatkan pekerjaan.

Tapi tak disangka, kardus-kardus dan botol-botol bekas ini telah menyelamatkan hidupku!

Jadi saya harus berterima kasih kepada mereka (kardus/botol bekas). Mereka memberi saya cukup waktu untuk mengenang kenangan indah! Hidup itu indah!”

Aming mendapatkan satu pelajaran yang berharga tentang hidup! Dan dia pun berubah!

Berubah menjadi sosok orang yang dermawan, dia sering ikut berpartipasi dalam barisan relawan.

Perubahan sanubari, membuatnya semakin mencintai hidup! Aming akhirnya menemukan sesuatu yang kurang dari batinnya tak lebih dari sebuah pertanyaan yang tak terjawab.

Dia selalu mengingat kata-kata terakhir orang tua itu.

“Hidup tidak akan memberi apa pun pada Anda, melainkan apa yang akan Anda tinggalkan untuk hidup Anda.”

Bagaimana sikap anda dalam hidup, seperti itu jugalah bentuk kehidupan yang akan dijalani!

Dengan melihat satu hal dari perspektif lain, mungkin akan membuat hidup menjadi lebih baik!

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *