Dalam Mencari Uang Orang Miskin Mengandalkan Tenaga, Sementara Orang Kaya Meminjam Tenaga Orang Lain ! Anda Akan Mengerti Setelah Membaca Tuntas Artikel Ini

Ada seorang fakir miskin, karena hidup sengsara dan serba susah ia pun mengeluh sambil menangis tersedu-sedu di depan Buddha.

Setelah cukup lama menangis, tiba-tiba dia mulai mengeluh: “Masyarakat ini sangat tidak adil, mengapa orang kaya bisa hidup nyaman setiap hari, sedangkan orang miskin harus menderita setiap hari?”

Mendengar keluhan itu, sambil tersenyum Buddha pun bertanya : “Lalu harus bagaimana menurutmu baru merasa adil ?”

Orang miskin itu segera berkata : “Biarkan orang kaya itu sama miskinnya seperti saya, dan melakukan pekerjaan yang sama dengan saya. Jika orang kaya itu tetap kaya, maka saya pun tidak akan mengeluh lagi. ”

Buddha pun mengangguk dan berkaa : “Baiklah!”

Kemudian Buddha menempatkan keduanya pada titik awal yang sama …

Setelah itu, Buddha mengubah orang kaya itu menjadi orang miskin sama seperti orang miskin yang selalu mengeluh itu.

Dan masing-masing diberi sebuah gunung, mereka menggali batubara setiap hari bisa dijual untuk membeli makanan.

masing-masing diberi batas waktu satu bulan untuk menggali batu bara itu sampai habis.

Orang miskin dan orang kaya itu mulai menggali…

Orang miskin sudah terbiasa dengan pekerjaan kasar jadi pekerjaan menggali itu adalah makanannya sehari-hari, dan dengan cepat dia pun sudah menggali sekereta penuh batu bara.

Kemudian dijual ke pasar, dan membeli makanan yang enak dengan semua uang hasil penjualannya,
dan dibawa pulang untuk makan istri dan anak-anaknya.

Sementara itu, orang kaya biasanya tidak pernah melakukan pekerjaan berat, baru menggali sebentar, ia berhenti dulu, dan istirahat sejenak, bahkan tampak keringat bercucuran di sekujur tubuhnya.

Menjelang malam baru berhasil mengumpulkan sekereta batu bara, kemudian di jual ke pasar, dan hanya membeli satu buah roti keras dengan uang hasil penjualan batu bara, sedangkan sisanya ia tabung.

Orang miskin bangun pagi untuk menggali batu bara, sementara orang kaya bangun pagi dan mempekerjakan orang untuk menggali batu bara.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali orang miskin itu bangun untuk menggali batu bara, sementara orang kaya justeru jalan-jalan ke pasar.

Tak lama kemudian ia membawa pulang dua orang miskin, kedua orang miskin itu tinggi besar, dan tanpa banyak bicara lagi mereka pun mulai menggali batu bara untuk orang kaya itu.

Sementara orang kaya itu hanya berdiri sambil memberi instruksi kerja pada mereka.

Hanya dalam waktu singkat.

Orang kaya yang mengomando dua orang miskin itu berhasil mengumpulkan beberapa kereta batu bara, kemudian diualnya dan mempekerjakan beberapa kuli lagi.

Dalam satu hari itu, setelah dipotong upah kepada pekerja, sisanya bahkan beberapa kali masih jauh lebih banyak dari hasil penjualan batu bara orang miskin itu.

Sebulan pun hampir berlalu, orang miskin hanya menggali sejumlah kecil batu bara, uang yang didapat dari hasil penjualannya setiap hari semuanya dihabiskan hanya untuk membeli makanan enak, hampir tidak ada sisa sama sekali.

Sementara orang kaya telah lama menginstruksikan para pekerja untuk menggali batu bara,dan mendapatkan keuntungan yang banyak.

Dia menggunakan uang itu untuk berinvestasi dalam jual-beli, sehingga dalam waktu singkat ia pun menjadi kaya lagi dan hasilnya, orang miskin itu pun tidak lagi mengeluh.

Ternyata, kunci sukses itu …

Sukses, bukan bergantung pada berapa banyak hal yang bisa Anda lakukan, tapi bisa memanfaatkan/meminjam tenaga orang lain untuk melakukan banyak hal!

Belajarlah meminjam tenaga orang lain ! Meminjam tenaga orang lain, memanfaatkan kekuatan prasarana, memanfaatkan kekuatan platform, menggunakan kekuatan sistem!

Sehingga dengan demikian, Anda telah menemukan titik ungkit untuk mengguncang dunia! Semoga bisa dipetik hikmahnya.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *