Ibu Menegur Anaknya “Untuk Apa Punya Isteri,” Jawaban Sang Anak Membuat Ibunya Terdiam Seketika! Carilah Sosok Suami Seperti Ini

Dalam pernikahan, tidak sedikit terdengar perdebatan antara wanita mengenai kedudukan/posisinya di rumah.

Ada seorang netizen yang membagikan kisah keluarganya. Dia menceritakan tentang kedudukan ibunya yang dominan di rumah.

Anda akan tersentuh setelah membacanya sampai selesai!

ILUSTRASI. (Internet)

Posisi/kedudukan suami sangat penting dalam keharmonisan keluarga.

Ibuku adalah seorang perempuan kota, memiliki postur tubuh yang tinggi semampai.

Suatu hari dua adik perempuan ayahku kasak-kusuk di samping ibu mertua atau nenekku.

Mereka bilang bentuk tubuh ibu tidak bagus, kemungkinan tidak bisa melahirkan anak.

Mendengar itu, ayahku langsung memarahi kedua adik perempuannya dan berkata, “Aku menyukai sosoknya seperti itu, seorang pelajar yang memiliki bentuk tubuh seperti itu memang wajar. Jika kaki dan tangannya kasar, mungkin dia hanya bisa bekerja di sawah.”

ILUSTRASI. (Internet)

Ayahku adalah sosok orang yang sangat terkenal di desa ketika itu, jadi, keluarga mertua atau nenek merasa ibu adalah orang yang beruntung menikah dengan ayah.

Bahkan sepantasnya bangga meski jadi budak sekali pun di rumah keluarga mertua.

Suatu hari, ayah mabuk, dan di hadapan banyak orang ia berkata, “Hal yang paling membanggakan dalam hidup saya adalah, bisa menikahi perempuan yang ramah, lembut dan cantik seperti isteriku ini, waktu itu banyak yang mengejarnya, dan semuanya lebih hebat dariku, namun dia memilih aku. Karena itu, bagaimana pun juga aku tidak akan membiarkannya tersakiti. Siapa pun yang menyakitinya, maka jangan pernah muncul dihadapanku lagi, aku tak akan mengenalnya!”

Semua orang tertegun mendengarnya.

Sejak itu, pertengkaran diantara keluarga semakin jarang teradi. Semua orang bisa menghormati ibuku.

Dan ayahku juga anak yang berbakti, ia selalu memberikan nenek makanan yang sehat, dan merawatnya dengan baik, namun tidak setiap perkataan ibunya itu ia jadikan keputusan.

Karena itu, posisi atau kedudukan suami di rumah sangatlah penting,

Posisi atau kedudukan suami sangat penting dalam keharmonisan keluarga di rumah, tidak ada masalah yang tak terpecahkan jika dia benar-benar ingin mengatasinya.

Jadikanlah isteri sebagai sosok orang yang penting, dengan demikian orang lain baru akan menghormatinya.

 

ILUSTRASI. (Internet)

Di desa kami, kaum perempuan sangat didiskriminasi, jika ada jamuan resmi, perempuan tidak boleh duduk bersama kaum pria dalam satu meja, hanya boleh makan di dapur.

Namun itu tidak berlaku bagi ayah. Saat ayahku mengajak ibu berkunjung ke rumah keluarga, ayah langsung memberikan tempat duduk utama untuk ibu!

Tak seorang pun yang berani bersuara melihat tindakan ayah yang begitu perhatian dan menghormati isterinya atau ibuku itu.

Wibawa seorang pria itu diperoleh dari diri sendiri, bukan dari perempuan.

Ada seoang pria yang berkata kepada isterinya, “Saat bersama dengan keluarga dan teman-temanku, kamu harus dengar perkataanku, jangan bikin malu aku (wibawa pria)!”

Ayahku memandang rendah orang semacam ini, wibawa itu seharusnya dari sikap diri sendiri, menyuruh-nyuruh isteri tidak pantas disebut wibawa seorang pria !

Ayahku orang yang cukup disegani warga sekitar, sementara di rumah, ibu selalu mendengar perkataan ayah.

Ayah mengatakan, “tidak memberi muka pada isteri, sama saja tidak memberi muka pada dirinya sendiri.”

Maka dari itu, ada beberapa wanita yang mengatakan teman-teman dan keluarga suami tidak menghormatinya, itu dikarenakan suamimu sendiri tidak menghormatimu, sehingga orang lain pun ikut memandang rendah dan tidak menghormatimu.

Menikahi isteri itu untuk apa, hanya satu jawabannya

Jika seorang pria bisa memahami dan menghormati isterinya sendiri, maka suasana keluarga di rumah akan berlangsung dengan rukun-harmonis.

Menikahi seorang istri, untuk apa? hanya ada satu jawaban!

ILUSTRASI. (Internet)

Kakak ku sering mengeluh masakan ibu tidak enak, namun jika kita tidak menghormati ibu, ayah pasti akan lanngsung memarahi kita!

Dia berkata, “Ibumu bukan pembantu, memasak untukmu saja seharusnya bersyukur, yang bilang tidak enak, masak sendiri saja!”kata ayah tegas. Semuanya pun tercengang diam !!

 

Ayah tidak bisa masak, seumur hidupnya tidak pernah menyentuh dapur, tapi dia tidak pernah mengeluh tentang masakan ibu, dia selalu menikmati apa pun yang ibu masak.

Seharusnya sudah waktunya mencari pembantu, karena ayah sendiri tidak bisa masak, apalagi ayah juga tidak tega membiarkan ibu terlalu capek.

Ayah mengatakan, “Menikahi seorang isteri itu untuk apa? Hanya satu jawabannya yaitu untuk disayang dan dicintai, bukan disuruh-suruh seperti pembantu!”

Dalam rumah tangga, seorang suami hanya perlu sedikit saja melindungi isterinya, maka akan tercipta suasana keluarga yang nyaman.

Dan dengan adanya suasana keluarga yang nyaman, maka itu barulah tujuan yang sesungguhnya dari pernikahan yang indah!

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *