Inspiratif! Demi Anak-anak yang Terkena Dampak Banjir Tetap Bisa Sekolah, Arsitek Muda Ini Membangun Sebuah “Sekolah Apung!”

  Di Bangladesh, sekitar sepertiga wilayahnya akan banjir saat musim hujan dari bulan Juni sampai Oktober.

Dan tempat-tempat ini, ada banyak kota dan desa hanya satu meter lebih tinggi dari permukaan laut, setiap tahun, desa-desa ini akan terendam air.

Selama banjir itu, jalan-jalan terputus, tanaman pertanian dan bangunan sekolah hancur, begitu juga dengan perdagangan terhenti total.

Internet

Setiap tahun pada musim seperti itu, jutaan orang Bangladesh terpaksa bekerja di kota untuk menghidupi keluarganya.

Internet

Sementara itu, anak-anak setempat juga menderita, saat diterjang hujan deras, warga setempat tidak mau anak-anak mereka menempuh risiko pergi ke sekolah.

Internet

Anak-anak diminta tetap tinggal di rumah untuk bekerja.

Seorang arsitek yang melihat hal itu merasa sedih. Kemudian ia memutuskan pulang ke desa kelahirannya melawan banjir yang menghancurkan pendidikan di negerinya.

Dia mengatakan bahwa tidak seharusnya arsitek hanya melayani orang kaya, tapi juga harus melakukan sesuatu untuk orang-orang miskin.

Setelah lulus, dia memikirkan sebuah ide yang brilian.

Ia secara khusus membuat sebuah kapal yang dilengkapi dengan sekolah, agar anak-anak tetap bisa sekolah saat banjir.

Internet

Dia telah mengirim ratusan e-mail, dan akhirnya sebuah organisasi setempat bersedia mendanainya 3.000 dolar AS atau sekitar 40 juta.

Internet
Internet

Bagian dasar yang tahan air dan atap kayu berasal dari pohon salad lokal, sementara bahan-bahan baja dibeli dari toko setempat, keseluruhan proses pembuatan dikerjakan oleh penduduk desa.

 

Akhirnya, berkat usaha keras bersama, sebuah kapal biasa disulap menjadi kapal sekolah sepanjang 16,7 meter yang cukup untuk menahan terjangan hujan dan banjir.

Internet

Setiap hari, kapal ini akan berlayar ke berbagai lokasi, menjemput siswa naik ke kapal, kemudian proses belajar mengajar pun dimulai setelah siswanya penuh.

Internet

Dengan hadirnya kapal sekolah ini, siswa yang sebelumnya berangkat ke sekolah, berubah menjadi model sekolah yang menjemput siswa.

Banyak anak-anak yang semula tidak bisa sekolah karena lokasi yang sangat jauh, sekarang sudah bisa mulai bersekolah berkat “kapal sekolah apung”.

Internet

Sekolah akan menyediakan buku pelajaran untuk siswa, dan sebuah komputer untuk mengakses internet.

Internet

Selain mata pelajaran dasar, juga belajar cara melindungi lingkungan dan menghemat energi.

Rezwan mengatakan, bahwa misi sekolah tersebut adalah untuk membantu anak-anak keluarga miskin di Bangladesh agar memiliki masa depan yang lebih baik, terutama anak-anak perempuan.

Sejak kapal sekolah pertama didirikan, armadanya sekarang menjadi semakin besar.
Dia juga mendapat sumbangan lebih dari 1 juta dolar AS atau sekitar 13.3 miliar rupiah dari Bill Gates Foundation.

Selain sekolah, mereka juga membangun klinik di atas sungai, perpustakaan, dan pusat pelatihan kejuruan.

Saat anak-anak belajar, orang dewasa juga bisa belajar keterampilan baru terkait pertanian.

Internet
Internet

Ia juga membuat peternakan model terapung, di atasnya bisa menanam sayuran, beternak ayam, atau budidaya ikan.

Jadi meski diterjang banjir juga keluarga bisa menjamin kebutuhan sendiri.

Internet

Rezwan sekarang memiliki 111 armadanya, yang menyediakan layanan kepada lebih dari sepuluh ribu keluarga.

Internet

Kapal-kapal sekolah apung yang dirancangnya itu seperti sebuah kapal Bahtera Nuh, telah menyelamatkan pendidikan anak-anak di Bangladesh.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *