Efek yang akan terjadi apabila kita berbohong

“OTW…” adalah kata yang paling jamak kita tulis di Line atau Whatsapp, ketika kita tahu bakalan telat padahal kadung udah janji sama kawan atau pacar. Sebenarnya apa yang terjadi di otak kita saat kita mencoba berbohong? Yup berbohong ternyata bisa dilihat dari tinjauan sainsnya. Penelitian di Amerika Serikat, menemukan kalo berbohong itu malah bikin kita menjadi nggak sehat. Lho kok bisa?

Siapa bilang rohani doang yang terganggu kalau berbohong? Jasmani kita juga bisa terganggu, ketika berbohong. Karena ternyata di setiap menitnya setelah kita berbohong ada beberapa efeknya. Apa aja itu?

1 menit pertama akan menerima tekanan dalam sistem saraf yang melepas cortisol (sebuah hormon yang bisa meningkatkan rasio gula darah). Ujungnya karena gula darah meningkat, adrenalin juga ikutan naik. Semakin intens dan semakin berat tekanan yang kita terima kala berbohong, maka semakin besar pacuan adrenalin ke dalam jantung. Ujung-ujungnya kita mulai berkeringat dan jantung berdebardebar. Abis itu otak langsung ngirim sinyal balik untuk melakukan “pertahanan” alias ngeles ketika ada pertanyaan seputar kebohongan yang kita lakukan.

5 menit kemudian otak kita akan terus berpikir untuk “melindungi” kebohongan yang kita ucapkan. Di waktu ini bakal berat buat otak karena harus memecahkan masalah dan mengambil keputusan di saat yang sama. Makanya ketika kebohongan pertama sudah terjadi, pasti bakalan ada kebohongan kedua untuk “memperkuat” yang pertama

Setelah 10 menit. Otak dan diri kita udah dikuasai oleh kebohongan tadi, yang nggak lain dan nggak bukan efek keluarnya cortisol yang berlimpah. Di tahap ini kita bisa marah sama orang yang kita bohongi ketika mereka nggak percaya sama kita.

30 menit berlalu dan hormon yang berhubungan dengan kekhawatiran akan muncul, setelah sebelumnya keluar hormon stress yang kemudian menghilang. Di tahap ini pula kita bakal merasa takut kebohongan kita terungkap.

24 jam kemudian Kita bakal lupa soal kebohongan kita sendiri. Cuma buat yang nggak biasa, dalam otak kita bakal nempel perasaan negatif tentang ketidakjujuran.

Setelah 72 jam kalau masih kepikiran soal kebohongan tadi, rasa cemas mulai menghantui kita dan jadi beban pikiran.. Soalnya sirkulasi hormon stres, cortisol, dalam tubuh kita bakal kembali meningkat dan mengakibatkan kesulitan berpikir jernih. Sistem kekebalan tubuh kita juga bakal terganggu karena rasa cemas yang berlebih, dan kemudian bisa bikin kita sakit.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *