Segera Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin

Satu-satunya jenis kanker yang terang-benderang penyebabnya, bisa dideteksi dari awal atau diantisipasi adalah kanker serviks. Karena itu, para wanita dan remaja putri diharapkan sedini mungkin melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan vaksin. Demikian disampaikan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG saat bicara di depan 50-an ibu umat Gereja Paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu dalam seminar Kanker Serviks.

Selain vaksin, langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk mengurangi risiko kena kanker serviks antara lain: setia pada pasangan atau tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks, berhubungan seks dengan aman, dan skrining rutin leher rahim (papsmear). “80 sampai 90 persen kanker serviks terjadi akibat perilaku seks tidak aman dan berganti pasangan,” ujar Dinda.

Vaksin pada dasarnya untuk mencegah dan tidak untuk mengobati. Jadi kalau seorang perempuan sudah terdeteksi kena kanker serviks yang ditularkan oleh virus Human Papiloma (HPV), vaksin tidak bisa mengobati dan mengatasi masalah.

“Mau enggak mau ya tindakannya seperti penanganan kasus kanker pada umumnya, seperti radiologi, kemoterapi, dan operasi.”ujar Dinda. Dinda menyarankan agar para wanita yang sudah aktif berhubungan seksual atau sudah pernah berhubungan seksual untuk melakukan pemeriksaan papsmear rutin. Tindakan ini dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya virus HPV di leher rahim. Atau untuk memeriksa kesehatan pada sel-sel rahim dan bukan tes untuk kanker. Bila tidak ditemukan virus, disarankan untuk dilakukan tindakan vaksin.

Papsmear disarankan untuk dilakukan dengan kondisi antara lain, pada saat sudah tidak menstruasi atau hari kesepuluh menstruasi, dan tidak habis melakukan hubungan seksual. “Itu metode konvensial. Kalau metode pemeriksaan baru seperti misalnya HPV LBC Test tidak perlu mengikuti syarat-syarat itu. Kondisi apa pun bisa. Cuma memang harganya lebih mahal dan tidak ditanggung BPJS. Kalau yang konvensional ditanggung BPJS.

Vaksin HPV, kata Dinda, juga sangat disarankan untuk dilakukan pada anak-anak perempuan. Bahkan sudah menjadi vaksin wajib bagi anak-anak. Vaksin ini akan efektif diberikan pada anak perempuan atau gadis sebelum aktif secara seksual. “Para ibu tidak perlu khawatir dengan rumor yang beredar saat ini tentang vaksin HPV pada anak yang menyebabkan menopause dini. Ini tidak benar,” tegas Dinda.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *